Kamis, 17 September 2015

NEGARA PENGEXSPOR ASAP

Tags



NEGARA PENGEXSPOR ASAP


Hi,sobat kafe piak_galoo admin bagi menu baru ne buat asik di nikmati......

Tak terasa sudah sepekan berlalu kota ku masih di selimuti kabut asap,dan semakin menghawatirkan untuk masyarakat di sekitarnya,bahkan kini negara ini mendapatkan predikat negara pengexspor asap untuk dikirim kenegara tetangganya,tetapi semua ini apakah sebuah penomena yang mengasikkan atau kah keburukan untuk sebuah bagsa ini?..........
 karena negara kita sekarang belum sanggup untuk swasembada di sebagian sektor untuk kita exspor

Bahkan bencana asap ini menjadi agenda tahunan untuk negara ini di berbagai kota dan propinsi.karena bencana ini di ciptakan oleh segelintir orang dan perusahaan yang tak bertanggung jawab karena untuk menghemat biaya membuka lahan dengan gampang dan angaran epesien,mungkin karena selama ini segelintir orang dan perusahaan tak bisa di sentuh oleh hukum dan hukuman yang mereka terima hanyalah teguran semata dan kasusnya hilang seiring hilang nya kabut asap berlalu.

Maka dari itu bencana asap ini menjadi rutinitas agenda tahunan oleh segelintir orang atau perusahaan untuk meraup untung semata tanpa menyadari akibat yang berdampak dari kabut asap karena pembakaran lahan yang merajalela.


Dengan seiring waktu kita hanya menunggu ketegasan aparat kepolisian dan dinas-dinas terkait yang bernaung di semua sektor ini,akankah menjerat pelaku-pelakunya atau perusahaan-perusahaan yang terlibat atau korporasi semua ini di tindak tegas.kami sebagai masyarakat biasa hanya bisa menunggu aksi yang beberpa hari ini berkicau di media-media dengan gaga dan lantang nya  untuk menindak tegas pelaku-pelakunya yang tak hanya di lapangan tetapi juga orang yang ada di balik aksi ini yaitu perusahaan-perusahaan yang lahan mereka kuasai ikut terbakar atau sengaja di bakar

Agenda tahunan ini,telah dijadikan sindiran-sindiran oleh beberapa orang di media sosial seperti warga  riau sendiri yang mengatakan inilah kota kami kota asap


Dan yang patut di sayangkan 2 dari komisi anggota DPRDnya sendiri malah pergi ke eropa untuk studi banding pengelolahan ikan di saat rakyat pemilinya terkena dampak kabut asap malah ngotot pergi ke eropa dengan anggaran Rp7,3m sedangkan anggaran untuk menanggulangin kabut asap di riau Rp1,3m terkadang rakyat hanya bisa menepuk dada.,,,,,,’’’’’



Tak hanya warga riau yang melakukan sindiran bahkan negara tetangga kita mulai melakukan sindiran lewat akun-akun sosial  dengan #terimakasihindonesia atas asapnya,dan apakah kita sebagai bangsa yang besar bangsa indonesia harus ‘’’’’ bangga kah atau malukah’’’’’

Dan bahkan negeri serumpun pun ikut menyindir lewat parodi,sindiran kata-kata,dan lain-lain tetapi mungkin di sebagian rakyat ini masih jengkel oleh ulah negara serumpun kita ini .dan mulai menyerang balik kata-kata sindiran mereka dengan kata ‘’apakah kabut asap ini mau di klem juga oleh negara tetangga kita ini’’karena sudah banyak budaya-budaya kita yang dia klem.

Sebagai masyarakat biasa hanya bisa berdoa semoga bencana kebakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap yang merajalela dimana mana akan segera pergi dan semua ini tak akan menjadikan agenda tahunan.............

jangan pernah takut tuk berteman dengan siapapun,seribu teman bisa membuat kita tau arti kesusahan dan kesuksesan mereka,hidup ini singkat broo...jadi belajarlah buat kebaikan dan tidak menyusakan mereka....,


EmoticonEmoticon